:: SD BIRRUL WALIDAIN MUHAMMADIYAH SRAGEN | TAQWA-CERDAS-MANDIRI |

Search

Memuat...

Dinas Pendidikan

Statistik

Komik Sains Kuark

BPTIKP JATENG

M-Edukasi

www.m-edukasi.web.id blog guru
Diberdayakan oleh Blogger.

waktu

RANDOM AYAT

Pengikut

YAHOO


Kamis, 11 September 2014

BULETIN INFAQ BULAN SEPTEMBER 2014

                Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.
                Para pembaca yang semoga selalu mendapatkan rahmat dari Allah media ini hadir sebagai rintisan untuk mewujudkan sarana informasi  dan wujud pembelajaran bagi para murid, ustadz/ah, karyawan dan bahkan wali murid untuk latihan menulis dan menyampaikan ide atau gagasan yang berguna bagi khlayak umum dan khususnya untuk kemajuan SD BIRRUL  WALIDAIN MUHAMMADIYAH SRAGEN.
                Mengajarkan anak sejak dini untuk berinfaq melatih anak untuk peduli  terhadap orang lain dan melatih kebersamaan.Pada tahun ajaran baru ini kebiasaan siswa untuk berinfaq ini akan terus kita anjurkan dan  jumlah infaq serta penggunaannya  setiap bulan akan kita laporkan.  
                Pembiasaan ibadah sholat dhuha dilaksanakan setiap hari untuk kelas 1 di kelasnya masing pada jam pertama, kelas 2 pada jam ke tiga di Aula, kelas 3-4 jam ketiga di masjid dan kelas 5-6 pada jam kelima di masjid.  Kultum setiap habis sholat dhuhur  sebagai sarana melatih mental dan keberanian anak kelas 4-6 untuk berkhutbah/berpidato di depan umum dilakukan setiap hari senin-kamis . Pembiasaan memakai  peci  bagi anak putra kita tekankan  hari Rabu dan Jum’at.
                Bulan Agustus kita memperingati hari Kemerdekaan RI, pada bulan September ini kita akan memperingati hari  berkunjung ke perpustakaan dengan mengadakan hibah buku ke perpustakaan pada tanggal 12 -19  September untuk menambah khasanah bacaaan diperpustakaan dan di tutup dengan kehadiran kak Wuntad pendongeng terkenal dari kota Gudeg pada tanggal 20 September.
Apa Metode Belajar
yang Tepat bagi Anak Anda?
Setiap anak terlahir cerdas. Namun, tak semua anak tumbuh menjadi pribadi yang pintar. Sebab, kecerdasan itu potensi yang jika tak dikelola dengan baik dan tepat takkan pernah teraktualisasi menjadi kepintaran. Pengelolaan kecerdasan sangat bergantung pada cara belajar. Bagaimana cara belajar yang diterapkan orang tua pada anak sangat menentukan kualitas kepintaran anak. Sebab, jika cara belajar anak tak sesuai dengan karakternya, anak takkan pernah memahami apa yang diajarkan padanya. Oleh karena itu, sebelum Anda mengajari anak Anda, patut dipelajari telebih dahulu karakter sang anak untuk kemudian diterapkan cara belajar yang tepat untuknya.
Ada tiga cara belajar yang mewakili keragaman karakter belajar seorang anak. Karenanya, seorang anak pasti mempunyai karakter belajar yang sesuai dengan salah satu dari tiga cara belajar tersebut. Ketiganya yakni Visual, Kinestetik dan Auditori. Untuk memahami masing-masing cara belajar itu, kita bisa mengambil contoh jika Anda membelikan satu perangkat mainan robot bongkar-pasang beserta buku panduan untuk merangkainya.
Visual. Jika membaca petunjuk atau melihat gambar dalam buku panduan saja membuat anak Anda bisa merakit robot itu, kemungkinan besar anak Anda tipe visual. Jika ingin ke suatu tujuan, anak tipe ini lebih mengerti melihat peta ketimbang harus meminta petunjuk. Jika anak Anda tergolong tipe ini, maka cara belajar yang tepat baginya yakni berbasis visual, misalnya dengan membelikan buku pelajaran yang dibutuhkannya. Karenanya, anak tipe ini relatif mudah untuk diberikan pembelajaran. Karena keberadaan orang tua sebagai pembimbing tak lagi dominan. Sebab fungsi mereka bukan lagi untuk mengajarinya secara langsung, tapi sekadar membimbingnya.
Kinestetik. Jika anak Anda butuh secara nyata menyusun bagian-bagian dari robot itu untuk disatukan menjadi robot utuh, maka kemungkinan besar anak Anda tipe kenistetik. Cara belajar anak tipe ini lebih berbasis praktek langsung dengan menyentuhm merasakan dan bersinggungan langsung dengan objek yang hendak dipelajarinya. Anak tipe ini cenderung mendapatkan pembelajaran di luar kelas ketimbang di dalam kelas yang monoton dan basis pembelajarannya audio seperti banyak diterapkan di sekolah-sekolah Indonesia.
Auditori. Jika anak Anda butuh Anda untuk mejelaskan bagaimana cara merakit robot itu, maka kemungkinan anak Anda adalah tipe auditori. Di sini, tipe orang tua sangat dominan. Mereka harus selalu hadir dan mendampingi proses belajar anaknya untuk memberikan penjelasan yang dibutuhkan oleh sang anak. Misalnya, anak ini butuh orang tua di sampingnya saat mengerjakan PR-nya.
Sebelum Anda mengajari anak Anda, sebelumnya Anda sendiri perlu belajar tentang tiga cara belajar ini dan kemudian melihat karakter belajar anak Anda untuk mengetahui cara belajar yang tepat baginya. Sehingga pembelajaran yang dilakukannya sangat efektif. Tak perlu ketat atau dalam waktu yang lama dalam pembelajaran. Namun yang terpenting adalah ketepatan dalam metode pembelajarannya, sehingga apa yang dipelajarinya menjadi tertangkap secara maksimal. Cobalah!
https:/id-id.facebook.com/…belajar…anak…/ 
 

LAPORAN INFAQ SISWA TIAP HARI JUM’AT
SD BIRRUL WALIDAIN MUHAMMADIYAH BULAN AGUSTUS
NO
KELAS
JUMLAH
1
I  A (AL-FATTAH)
Rp 210.000,-
2
I B  (AL-HAKIM)
Rp 142.000,-
3
I C  (AR-ROHIM)
Rp 179.000,-
4
I D  (AS-SALAM)
Rp 126.000,-
5
II A (ABU BAKAR ASSIDIQ)
Rp 193.000,-
6
II B ( UMAR BIN KHATAB)
Rp   76.000,-
7
II C (USTMAN BIN AFFAN)
Rp   62.000,-
8
II D ( ALI BIN ABI THALIB)
Rp   99.500,-
9
III A (AD’N)
Rp 121.000,-
10
III B (NA’IM)
Rp 216.000,- 
11
III C ( FIRDAUS)
Rp   63.000,-
12
III D (DARUSSALAM)
Rp   65.000,-
13
IV A (KHOLID BIN WALID)
Rp   40.000,-
14
IV B (SHOLAHUDIN AL AYUBI)
Rp   50.000,-
15
IV C (ZAID BIN TSABIT)
Rp 105.000,-
16
IV D (IBNU SINA)
Rp   86.000,-
17
V A (SHOFA)
Rp   27.000,-
18
V B ( MARWA)
Rp   68.000,-
19
V C (AROFAH)
Rp 135.000,-
20
VI A ( IBNU BATUTAH)
Rp   77.000,-
21
VI B (AL-BIRRUNI)
Rp   41.000,-
22
VI C (AL-KHAWARIZMI)
Rp -

Jumlah Infaq  Semua Kelas
Rp2.184.400,-













Readmore → BULETIN INFAQ BULAN SEPTEMBER 2014